Wednesday , 20 September 2017
Growth Hacking ~ Solusi Usaha Rintisan Atasi Dana Terbatas Untuk Pemasaran

Growth Hacking ~ Solusi Usaha Rintisan Atasi Dana Terbatas Untuk Pemasaran

Dalam usaha apapun, termasuk #startup, pasti pebisnis tidak akan lepas dari yang namanya pemasaran. Dalam pemasaran ini tak sedikit dari pebisnis yang harus mengeluarkan dana besar untuk menjalankannya. Bagi pebisnis yang telah memiliki usaha yang besar dan stabil, hal ini bisa jadi bukanlah perkara yang begitu rumit meskipun ternyata pemasaran yang dilakukannya tidak menghasilkan.

Namun bagi pemilik sebuah startup (usaha rintisan) besarnya dana pemasaran ini selalu akan menjadi masalah yang serius, apalagi jika ternyata strategi yang dijalankannya meleset. Untuk mendapatkan solusi atas hal ini, ada sebuah #strategi pemasaran digital bernama ”growth hacking” yang bisa dijalankan oleh pebisnis usaha rintisan agar masalah keterbatasan dana ini bisa teratasi.

Lalu seperti apakah strategi “growth hacking” ini sebenarnya? Berikut ulasannya.

Apa Itu Growth Hacking?

Menurut Willix Halim, Vice President of Growth & Data Science dari Freelancer.com, pada dasarnya growth hacking adalah mekanisme analisis mendalam terhadap data mengenai bagaimana pengguna mengadopsi produk, serta fitur-fitur apa saja yang layak disematkan. Alih-alih mengejar keuntungan, diawal usaha para pengusaha rintisan memang diharuskan terlebih dahulu memikirkan bagaimana mendatangkan pengguna sebanyak-banyaknya.

Dengan memanfaatkan data melalui strategi growth hacking ini maka mereka akan lebih mudah, efektif dan efisien dalam menjalankan strategi pemasaran yang sukses. Dengan pemasaran yang efektif maka sedikit demi sedikit keuntungan pun akan berdatangan..

Konsep Lama dan Cocok Bagi Startup

Konsep growth hacking ini sendiri sebenarnya adalah konsep lama yang telah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan digital di Amerika. Namun karena pertumbuhan startup yang sangat tinggi saat ini, maka strategi ini kembali mencuat kembali ke permukaan. Salah satu startup yang berhasil menjalankan strategi growth hacking ini adalah Hotmail.

Baca Juga :   4 Hal Penting yang harus anda lakukan untuk menjaga kepercayaan pengunjung

Saat menjadi startup kala itu Hotmail selalu mencantumkan catatan kaki yang bertuliskan ‘get your free email at Hotmail’ dan tidak lupa pula untuk memberikan link untuk pendaftaran. Tak ayal dengan strategi growth hacking tersebut Hotmail sukses mendatangkan 12 juta pengguna yang kemudian membuat Microsoft tertarik mengakuisisinya pada tahun 1997 dengan banderol 400 juta dollar atau setara Rp 5,2 triliun.

Bagaimana Mekanisme Growth Hacking Bekerja?

Saat Anda akan menjalankan strategi growth hacking maka akan ada beberapa komponen dasar yang harus digunakan, yaitu AARRR (Acquisition, Activation, Retention, Referral, Revenue). Acquisition adalah teknik mendatangkan pengguna melalui sebuah tools internet gratis agar produknya bisa terpublikasi dan diakses oleh banyak netizen. Teknik pertama ini seringkali disebut dengan Search Engine Optimization atau disingkat #SEO.

Activation sendiri adalah bagaimana cara agar pengguna melakukan aksi dan aktivasi di situs startup yang Anda publikasikan. Setelah itu ada retention yang merupakan upaya untuk membuat pengguna kembali ke situs.

Tahap ketiga referral yaitu bagaimana membuat pengguna membuat teman-temannya ikut tertarik menjadi pengguna. Akhirnya strategi growth hacking ini diakhiri dengan revenue yaitu bagaimana pengguna mendatangkan uang untuk perusahaan.

Menjadi Growth Hacker yang Mumpuni, Bagimana Caranya?

Untuk menjadi growth hacker (orang yang menjalankan growth hacking) Anda memerlukan nalar logika kuat, kemampuan analisis data yang cemerlang dan kekuatan berada di depan #komputer dalam waktu lama. Bahkan saat menjalankannya dalam perusahaan, strategi ini tidak membutuhkan tim marketing namun yang lebih diperlukan adalah tim teknis.

Menurut Adrian Suherman, CoFounder & Partner di aCommerce Indonesia, Menjadi growth hacker ini gampang-gampang susah. Meskipun kini Growth Hacking tidak lagi merupakan cara konvensional untuk mempercepat pertumbuhan, namun untuk menjalankannya tetap dibutuhkan kerja keras dari seluruh pekerja atau tim yang bersangkutan.

Baca Juga :   Ojek Syar’i ~ Mengenal Startup Layanan Pemesanan Ojek Online Khusus Wanita

Meskipun demikian, tidak ada yang yang susah jika seseorang benar-benar memiliki hasrat di bidang growth hacking. Yang penting orangnya berhasrat dan selalu penasaran akan hal baru. Karena growth hacking adalah tentang kreativitas tanpa batas.

Di zaman digital seperti sekarang ini memang akan menuntut seseorang untuk lebih kreatif untuk mengolah data menjadi strategi pemasaran. Jika beberapa tahun lalu Facebook dan Twitter merajai #media sosial, kini ada Path dan Instagram yang tak bisa lagi disepelekan.

Dan entah apa yang terjadi pada beberapa tahun ke depan. Untuk menjalankan taktik growth hacking yang terbaik sendiri tidak ada textbook yang paten. Maka dari itu kreativitas menjadi kunci bagi para pelaku strategi growth hacking ini untuk bisa sukses.

About ZULFIANTO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

error: Content is protected !! do not copy without permision !!